Kiswahwisata.com – Melakukan traveling saat pandemi Corona memang beda banget loh. Ada banyak peraturan baru yang wajib kita jalankan. Sejumlah peraturan baru ini tentu punya tujuan yang baik, yakni demi kenyamanan diri sendiri maupun orang lain. Selain menerapkan protokol kesehatan yang ketat, kita juga perlu mengisi form kesehatan dan berbagai dokumen pendukung lainnya, lalu akan diinterview oleh petugas bandara. Penasaran kan, seperti apa keseruan traveling saat pandemi?

Sebelum Traveling

Sebelum keberangkatan, harus melakukan rapid test sebagai syarat wajib untuk bepergian. Pun demikian dengan seluruh rombongan wistawan, wajib melakukan hal yang sama. Rapid test / Swab dilakukan masing-masing dengan biaya ditanggung sendiri.

Seluruh wisatawan dinyatakan non-reaktif. Artinya kami boleh melanjutkan perjalanan dengan membawa hasil test non-reaktif tersebut. Di hari keberangkatan, titik lokasi pertemuan dilakukan di Terminal 3 Bandara Soekarno – Hatta. Seluruh tiket pesawat dan passport dipegang masing-masing wisatawan.

Di Bandara Soetta, kami harus menjalankan protokol kesehatan yang telah diwajibkan. Hasil test bebas covid tadi, ditunjukkan ke petugas bandara. Setiap penumpang juga akan dicek suhu badannya. Setelah semua prosedur kami lewati, kini saatnya menuju pesawat Turkish Airlines. Adapun lamanya perjalanan dari Jakarta ke Kota Istanbul selama 12 jam.

Kedatangan di Bandara Istanbul Turki

Turki merupakan negara yang bebas dikunjungi bagi wisatawan saat pandemi. Jadi wisatawan yang datang, nggak perlu melakukan rapid test, PCR maupun cek suhu tubuh saat tiba di Bandara Internasional Turki. Tapi meski begitu, kami wajib melakukan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Sepertinya Pemerintah Turki sangat menghormati dan mengharapkan para wisatawan asing untuk tetap bisa mengunjungi Turki meski di tengah pandemi. Namun pemberlakuan lock down bagi warga lokal tetap diberlakukan loh. Bahkan lock down diberlakukan setiap hari mulai jam 9 malam waktu setempat.

Warga lokal dilarang untuk keluar rumah setelah lewat dari jam 9 malam. Kalaupun ingin bepergian dalam kota atau keluar kota, harus sudah tiba di rumah lagi sebelum jam 9 malam. Adapun bagi para wisatawan yang mau sekedar cari angin keluar rumah jam 9 malam, maka wajib menunjukkan passport kalau diminta oleh petugas yang berpatroli. Tapi, siapa juga yang mau keluar lewat jam 9 malam. Apalagi semua toko sudah pada tutup, nggak ada yang boleh beroperasi dan beraktivitas di luar rumah.

Bagaimana dengan Tempat Wisata di Turki?

Pengennya sih kami bisa bebas mengunjungi objek wisata menarik di Turki. Masa iya hanya berdiam saja di hotel. Kabar baik bagi para wisatawan tetap bisa mengunjungi tempat wisata di Turki. Namun tetap wajib melakukan protokol kesehatan di sana.

Tempat wisata seperti Hagia Sophia dibuka hanya pada saat akan digunakan untuk sholat saja bagi wisatawan Muslim. Di luar jam sholat, maka Hagia Sophia akan tutup kembali. Para wisatawan bisa berkunjung ke sini hanya weekdays saja. Namun untuk masjid di seluruh Turki buka seperti biasa. Jadi para wisatawan Muslim bisa sholat lima waktu di masjid-masjid yang ada di Turki dengan tetap menjalani protokol kesehatan.

Sementara aturan untuk berkunjung ke museum di Turki hanya bisa sampai jam 4 sore waktu setempat. Namun tetap dengan protokol kesehatan. Dan tempat wisata yang lainnya akan tutup di hari Sabtu dan Minggu. Jadi intinya kami para wisatawan tetap bisa mengunjungi beberapa objek wisata, namun tetap mengikuti peraturan baru yang berlaku di sana. Semua ketentuan baru tersebut dilakukan demi kenyamanan bersama.

Prosedur Kepulangan ke Indonesia

Sebelum keberangkatan ke Indonesia, kami semua wajib melakukan PCR. Ada dua tempat yang bisa dipilih untuk PCR, di hotel dan juga bandara. Tapi kami lebih memilih PCR di hotel saja. Lebih praktis dan tidak perlu keluar dari tempat penginapan.

Bukti hasil PCR yang non-reaktif tersebut, harus disimpan baik-baik dan dibawa untuk ditunjukkan di Bandara tujuan, dalam hal ini Bandara Soetta. Lalu bagaimana kalau ada wisatawan yang hasilnya reaktif atau positif ? Wisatawan tersebut tetap bisa pulang ke negara asal, dengan syarat harus duduk di kursi khusus dan terpisah dari penumpang lainnya di pesawat.

Setelah tiba di Bandara Soetta, seluruh penumpang harus antri dengan tetap menjaga jarak. Di sini kami semua diwajibkan mengisi form kesehatan yang sudah disediakan petugas. Kami pun dicek suhu badannya. Lalu hasil tes PCR tadi diserahkan ke petugas.

Gimana, nggak ribet amat kan kalau mau traveling ke Turki ? Syaratnya cukup mudah kok.

Disclaimer :
– Peraturan mengenai protokol kesehatan di masing-masing negara bisa saja berubah sewaktu-waktu.
– Harga pemeriksaan, seperti rapid test dan PCR bisa berubah sewaktu-waktu.

Sejuta Pesona di Turki yang Sayang untuk Dilewatkan
Jalan-jalan Gratis ke Objek Wisata di Istanbul Yuk!

Informasi kiswah Wisata halal hubungi :
082117951922 (Telp/WA/SMS)
Atau kunjungi website kita di : www.kiswahwisata.com

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *