Kiswahwisata.com – Di era kejayaan Islam, Samarkand menjadi pusat studi para ilmuwan. Salah satu bukti sejarah yang menunjukkan Samarkand menjadi pusat ilmu pengetahuan dan kebudayaan adalah didirikannya Observatorium Ulugh Beg. Selain itu, di kota itu juga banyak berdiri madrasah atau perguruan tinggi. Itulah mengapa, orang-orang Eropa mendaulatnya sebagai ‘Tanah Para Saintis’.

Khazanah ilmu pengetahuan makin berkembang di Samarkand, terutama pada masa kekuasaan Ulugh Beg (1447-1449 M). Nama lengkapnya Muhammad Taragai Ulugh Beg. Ia dilahirkan di Soltamiya pada 1394 M, dan meninggal dunia pada tahun 1449 di Samarkand.

Tetapi, ada juga yang menyebutkan tahun kelahirannya adalah 1393 M. Ia adalah cucu Timur Lenk yang disebut sebagai penakluk Asia. Ulugh Beg mungkin satu-satunya ilmuwan Muslim yang pernah menjadi kepala negara.

Dalam buku “Membangun Sains, Teknologi Menurut Kehendak Tuhan” karya Dr Ing Abdurrahman R Effendi dan Dr Ing Gina Puspita, disebutkan bahwa pada masa pemerintahannya, ia tidak hanya tertarik dan melakukan penelitian serta pengembangan dalam bidang astronomi dan matematika, tetapi juga mendorong perkembangan ilmu pengetahuan secara umum.

Tidak hanya memberi perhatian secara formal, tetapi juga dengan menyediakan fasilitas, sarana, dan prasarana fisik. Sesuai dengan minatnya yang sangat besar terhadap ilmu pengetahuan, dia bangun kota tersebut menjadi sebuah pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan Muslim.

Sampai sekarang bangunan-bangunan dan monumen-monumen peninggalan Ulugh Beg dapat kita lihat di Kota Samarkand. Di sanalah ia menulis lirik-lirik syair, buku-buku sejarah, dan mengkaji Alquran.

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *